Rabu, 24 Juni 2009

Aku tengah menantimu…Mengejang bunga randu alas pucuk kemarin yang mulai gundul ituBeberapa Juli saja menguncup dalam diriku dan kemudian layuYang telah hati-hati kucatat, namun diam-diam terlepasAwan-awan kecil melintas dijembatan itu,
Aku menantimu…Musim telah mengembun diantara bulu-bulu matakuKudengar berulang suara gelombang memecah sunyi
Bintang-bintang gelisahTelah rontok kemarau-kemarau yang tipisAda yang mendadak sepiDitengah riuh bunga randu alas dan kembang turi
Akupun menanti…Barangkalai semakin jarang awan-awan melintas disanaDan tak ada,KaupunYang merasa ditunggu begitu lama
Lalu kemana lagi percakapan kitaDesah jam menggigilkan ruanganKata-kata yang sudah dikosongkan
Aku masih menantimu…Semakin hijau pepohonan diluar sehabis hujan semalamSemakin merah bunga-bunga ros dibawah jendeladan kabut yang selalu membuat kita lupaSehabis hujan, sewaktu masing-masing mencoba mengingat-ingat namadan jam semakin putih tik-toknya
nocturnoku,Disini aku tetap menantimu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar